Senja diambang tenggelamnya
Surya meredup menghapus gagah jingganya
Sore itu Stasiun Tanjung Priok.
Manusia berbaris membentuk pola ular-ularan
Demi sebuah kertas pengantar pulang
Tas-tas besar bergeletakan
Wajah lusuh nan kantuk pun terpampang.
Tatkala gerbang dibuka
Para manusia berlari memasuki gerbong kereta
Berebut kursi paling nyaman demi duduk sejahtera
Prioritas hanya kertas tempel belaka.
Gesekan roda kereta dengan rel
Mengantar mereka semua pulang
Mendamba kasur yang nyaman
Hingga esok dapat bangun siang.
Tiba mereka di Stasiun tujuan
Mereka pulang penuh peluh tanpa kesan
Meski terpampang sebuah senyuman.
Kalian belum selesai
Ingat lusa masih kembali datang
Kembali kalian menjadi manusia berutunitas
Bukan Robot berdaya tak terbatas.
Wahai kawanku
Sungguh setiap perjalanan adalah sebuah jawaban
Dan jawaban akan melahirkan pertanyaan.
Apa artinya manusia tanpa kebebasan
Pecut, tanpa belas kasihan
Inikah tentang angan-angan?
Atau perut pokok pangan?.
Sepatu butut kemeja jadul
Bahagia didapat dari mana saja.
See you...
Follow me in instagram @airlangga.15_

Kembangkan
BalasHapus